" Marketing is not the matter of how to create customers but how to win the heart of customers "

Jumat, 02 April 2010

Internet Modern Corner

Medan, 2 April 2010
Pada dunia maya banyak bisa kita pelajari dan ketahui baik berupa data, maupun peluang untuk mendapat informasi secara cepat dan real time, namun masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan media internet untuk belajar dan mencari ilmu pengetahuan maka terjadi apa yang disebut dengan kesenjangan digital atau gagap technology.
Untuk memberikan akses internet dengan mudah maka Telkom Sumatera membuat tempat untuk akses internet yang diberi nama Internet Modern Corner(IMC) sehingga kita dengan mudah bisa akses ke internet, IMC tsb rencananya akan dibangun di 20 kabupaten dari 151 kabupaten yang ada di Sumatera, yang sudah dibangun yaitu di alun-alun Binjai, Stabat Kabupaten langkat, Lubuk Pakam Kabupaten Deli serdang, Medan, Batam, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung dll. Semua pejabat bupati dan walikota sangat mendukung kegiatan Telkom tersebut sehingga internet dengan media WiFi tersebut ramai dikunjungi masayarakat terutama para pelajar.
Rencananya bulan April 2010 ini akan dibangun di Kecamatan Benai Kabupaten Kuansing, pembangunannya sudah disetujui Lurah, Camat dan masyarakat di Benai,,,tinggal menunggu ijin dari bpk Bupati Kuansing,,mudah2an bpk Bupati Kuansing menyetujui dan mendukung pembangunan sehingga WiFi (Hotspot Internet) gratis tsb segera terwujud. Kami juga mengharapkan dengan dibangunnya WiFi tsb mendapat dukungan pemuda/di untuk memanfaatkannya sebagai media belajar bagi yang belum mengenal internet.

Sabtu, 16 Januari 2010

Overlis Jabat GM Consumer Service Regional Sumatra


Medan 14 January 2010
Transformasi organisasi telkom bergulir terus, dengan di Launching nya Divisi Consumer Service Telkom maka hari ini mulai dilakukan pengisian jabatan tinggkat GM Regional 1 Sumtara ditandai dengan penyerahan Bendera Pataka Unit Consumer Service Sumatra dari Direktur Konsumer Telkom I Nyoman Wiryanata kepada Overlis di Kantor Telkon Jl M Yamin No. 2 Medan.
Overlis yang sejak Oktober 2010 yang menjabat GM Kandatel Medan, maka setelah memegang jabatan baru tsb teritorynya menjadi luas dengan coverage Consumer service 1 Sumatra mulai Sabang di Aceh sampai ke Bakahuni Lampung. Overlis yang mulai karir di telkom sejak tahun1977 itu pernah menjabat GM telkomTernate (1993-1995), Deputy GM Riau daratan ( 1995-1999), Deputy GM Telkom Sumbar (1999-2001), GM Telkom Sumut (2001-2003), GM Telkom Riau Daratan (2003-2006), SM Marketing Divisi Reg1 Sumtara (2006-2008), GM Telkom Medan (2008-2010).

Kamis, 10 Desember 2009

Overlis, Paparkan Performansi Divre1 Sumatra kepada DPR-RI Komisi XI





GM Telkom Kandatel Medan, Overlis, memaparkan performansi Telkom Divre 1 Sumatra di hadapan pimpinan dan anggota Komisi XI DPR-RI, Selasa (8/12) di Gedung Pertamina Wilayah Sumbagut di Medan. Sebanyak 22 orang anggota Komisi XI itu dipimpin oleh Wakil Ketua, Akhsanul Qosasih. GM Telkom Overlis didampingi POH GM Kandatel Sumut, Sony Hidayat, Mgr BP Medan, Danten Irawady Sihombing, Asman CDC Medan, Suteki.

Dalam sebuah rapat kerja dengan Tim Komisi XI DPR RI itu berbagai instansi (BUMN) memaparkan performansinya, antara lain Pertamina, Pelindo, Angkasa Pura, PLN, PT I, II, III, dan IV. Usai pemaparan, secara bergantian anggota DPR RI itu menyampaikan beberapa pertanyaan khususnya menyangkut dengan performansi keuangan dari masing-masing BUMN.

GM Telkom Kandatel Medan, Overlis memaparkan performansi Divre I Sumatra dan kemajuan bergam inovasi layanan yang dicapai serta kendala yang dihadapi dalam menjaga infrastruktur fasilitas telekomunikasi. Telkom tetap memiliki komitmen untuk tetap menjaga kenyamanan pelanggan. Masalah kualitas layanan di wilayah dengan coverage seluas 473 ribu Km2 dengan populasi penduduk sekitar 50 juta jiwa itu, kata Overlis, harus terus ditingkatkan. ”Untuk itulah, melalui 8 Kandatel dan 23 Kancatel yang ada, pembangunan infrastruktur telekomunikasi terus digeliatkan. Saat ini Telkom Divre 1 memiliki pelanggan sebanyak 1.305.782 sst (fixedline), 183.187 ssl (Speedy) dan 1.684.509 ssf (Flexi),” papar Overlis.

Menyinggung tentang layanan telekomunikasi di Sumatra saat ini, Overlis mengatakan, ada 2 operator wireline, 10 operator wireless ( GSM & CDMA) dan 5 operator broadband dengan teledensitas 74% untuk seluruh operator telekomunikasi. Sedangkan teledensitas layanan Telkom mencapai 4%, namun teledensitas Telkom Group mencapai 56%. Overlis menambahkan, teledensitas itu akan terus tumbuh seiring dengan gencarnya operator telekomunikasi memasarkan produknya.

Kepada 22 anggota DPRRI itu, GM Telkom Medan, Overlis menyampaikan proses transformasi yang sedang bergulir di Telkom, khususnya perubahan portofolio bisnisnya dari infocomm menjadi T.I.M.E ( Telecomunication, Information, Media dan Edutainment). Dengan portofolio bisnis yang baru itu diharapkan Telkom akan mampu memberikan layanan yang beragam dalam menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berubah.

KANDATEL MEDAN

Secara spesifik, GM Telkom Kandatel Medan itu menjelaskan performansi layanan Telkom Kandatel Medan yang membawahi 4 kabupaten/kota (Medan, Langkat, Binjai dan Deli Serdang). ”Dengan coverage area layanan mencapai 9.960 Km2 maka pelanggan Telkom di Kandatel Medan saat ini sebanyak 298.000 untuk layanan fixedline, 50.000 untuk layanan broadband (Speedy) dan sebanyak 562.000 untuk layanan wireless (Flexi). Sedangkan pelanggan untuk Kandatel Medan dan Kandatel Sumut, maka tercatat pelanggan flxedline adalah 414.000 ribu, pelanggan broadband (Speedy) 61.000 ssl dan pelanggan wireless (Flexi) sebanyak 611.000 ssf,” Overlis memaparkan.

Ia menambahkan, untuk meng-cover layanan wireless, khususnya Flexi, maka ada sebanyak 238 BTS di Provinsi Sumatera Utara. Seluruh kode area yang ada (sebanyak 19 kode area) sudah dapat dilayani Flexi. Bahkan, BTS Flexi terbanyak ada di Medan, yakni 151 unit.

CSR TELKOM

Pemaparan lainnya adalah peran Telkom dalam Corporate Social Resposibility (CSR) dimana Telkom telah melakukan program yang sangat spektakuler dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. ”Dengan Konsep Sumatra Pulau Digital, maka banyak kawasan digital dibangun. Salah satu kawasan yang ditangani secara intensif adalah ’Kampung Digital Sampali’ sebagai sebuah desa pintar di tanah air. Kampung Digital Sampali ini, telah memenangkan lomba CSR Award Nasional tahun 2008 lalu,” tegas Overlis.

Bukan hanya Kampung Digital Sampali. Telkom juga mengembangan Taman-taman digital, layanan-layanan seperti Broadband Learning Center Layanan (free) Hotspot, sekolah digital, masjid digital, dll. Konsep Sumatra Pulau Digital ini juga memberikan terobosan yang sangat besar dalam menurunkan digital divide (kesenjangan digital) di Sumatra.

Sementara itu, untuk pengembangan UKM, maka Telkom telah melakukan pembinaan UKM dengan penyaluran dana bergulir untuk berbagai sektor, seperti perikanan, perkebunan, pertanian, peternakan, industri. Tahun 2007, misalnya, Telkom telah menggulirkann dana sebesar Rp 51 miliar lebih (di Sumatra) atau sekitar Rp 7,1 miliar di Sumatera Utara. Tahun 2008, disalurkan Rp 57 miliar (di Sumatra ) atau Rp 8, 3 miliar di Sumatera Utara, sedangkan tahun 2009 (posisi September 20090 disalurkan sebesar Rp 42 miliar (di Sumatra) atau Rp 9,1 miliar di Sumatera Utara. Jumlah UKM yang dibina saat ini mencapai 2.136 UKM di seluruh Sumatra. Dari jumlah itu, di Sumatera Utara ada 440 UKM dan di Medan ada 218 UKM. ***

Minggu, 15 November 2009

Tennis bersama Pelti DeliSerdang




Lb Pakam, 14 Nopemebr 200,
Telkom tennis Club Medan melalkukan kunjungan atas undangan pertandingan Tennis dari Damdim Lb pakam, ternyata bersama Club Kodim bergabung dengan PELTI Deli Serdang yang anggotanya ikut main dari mulai Ketua Pngadilan Agama, PTPN 3, Polres dan Pemda.
Ramai juga akhir skor 5 Vs 5 yang penting Olah Raga bersama komunitas untuk nambah teman dan jaga kesehatan.

Rabu, 29 Juli 2009

Overlis Isi Ceramah Antisipasi Bom Pada Forum Security Medan



Selasa, (28/7) Intranet Kandatel MedanTragedi ledakan bom yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jakarta tanggal 17 Juli 2009 yang lalu, membuat masyarakat merasa takut dan trauma. Masih belum terungkapnya pelaku peledakan dan seringnya adanya ancaman ataupun isu teror bom yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab menjadikan suasana tidak kondusif, masyarakat bertambah panik dan merasa cemas. Dalam hal ini, GM Telkom Kandatel Overlis, Senin (27/7) bertempat di Aula Deli Bhayangkara Poltabes MS pada acara “ Pencerahan Antisipasi Teror “ yang diikuti oleh 175 orang undangan perwakilan dari BUMN, Instansi Pemerintah, Pemko Medan, Perhotelan, Plaza dan Perwakilan dari Negara Asing / Konsul yang ada di kota Medan. Menanggapi isu teror bom yang dirasakan saat ini, Overlis, selaku GM Datel Medan dan Nara Sumber pada acara ini mensosialisakian Produk Telkom yang sangan mendukung untuk mengatisipasi Isu dan teror bom agar mudah dan dapat dilacak. Salah satunya dengan mengaktifkan layanan Kenali Langsung Identitas Pelanggan (KLIP) atau Caller ID. Layanan ini dapat dengan mudah diperoleh masyarakat, khususnya pelanggan telepon rumah dengan menghubungi layanan Telkom 147 atau Plaza Telkom terdekat. Petugas Telkom akan mengaktifkan fitur layanan KLIP. Untuk mendapatkan fasilitas ini, proses aktifasinya tidak berbayar (free) sedangkan abonemen bulannya hanya Rp. 10.000.- sama dengan tarif parkir di Sun Plaza guyonnya kepada peserta. Dengan fitur ini nomor telepon pemanggil / In Coming dapat diidentifikasi dengan mudah. Persis sama dengan layanan telepon selular. Pelanggan juga dapat menyimpan nomor-nomor khusus untuk mudah dikenal. Bila nomor yang masuk sudah teriidentifikasi, terserah pelanggan, mau mengangkat handset atau tidak .Overlis menambahkan, pemakaian layanan ini sangat membantu masyarakat, pebisnis, pemerintah dan kepolisian guna membantu mengungkap nomor pemanggil yang sering disebut telepon anti teror. Fasilitas Telkom KLIP ini secara intensif telah diluncurkan 3 tahun lalu dan saat ini pelanggan yang sudah terdaftar 128.538 sst. “ Jumlah ini akan terus meningkat, karena telah menjadi Lifestyle bagi masyarakat modern. Layanan KLIP ini juga telah dibuktikan Polri ketika berhasil menangkap pelaku teror bom yang tertangkap di Banda Aceh baru-baru ini. hal ini diungkapkan Waka Poltabes MS, AKBP Fredick Kala Lembang pada acara tersebut, bahwa seorang pelaku teror bom yang tertangkap telah melakukan teror dan isu bom sebanyak 100 kali berhasil ditangkap dengan menelusuri jejak melalui nomor HP yang digunakannya berdasarkan laporan dari pelanggan telepon yang menggunakan fasilitas KLIP (Kenali Langsung Identitas Pelanggan) atau Called IDl sehingga nomor pelaku dan lokasi keberadaanya pun dapat diketahui. Masih upaya untuk mengatasi teror bom, Overlis juga mensosialisasikan produk Telkom yang lainnya, bagi pelanggan Telkom yang sudah memiliki layanan Internet Speedy Broadband Access, maka fasilitas ini dapat dimamfaatkan juga dengan menambahkan kamera CCTV dan ditempatkan dibeberapa titik strategisPeralatan Speedy dan Kamera ini juga dapat juga dimafaatkan untuk pengecekan lokasi tertentu di luar rumah. Misalnya Mengecek Security yang bertugas, mengecek gudang, pabrik, kantor dan rumah ataupun sebaliknya, di Kota Solo fasilitas ini dimamfaatkan Pemko Setempat untuk melakukan pengecekan di jalan-jalan yang ramai dan lagi macet sehingga bagi yang mengedarai kendaraanya akan terhindar dari kemacetan. Pada kesempatan yang sama, AKBP Fredick Kala Lembang juga menghimbau dan memberitahukan kepada peserta, bahwa saat ini Poltabes Medan telah memiliki Central Pelayanan Kepolisian (CPK) atau SMS Centre dengan nomor 08192198800 yakni sebagai nomor akses penerimaan pengaduan/laporan dari masyarakat bila mengalami gangguan, melihat yang mencurigakan dengan melaporkan kenomor CPK atau SMS Centre ini laporannya akan termilis kepada 500 anggotanya sehingga dalam 5 – 10 menit petugaspun bisa langsung datang/tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Sementara itu Kanden Gegana, Kompol Budi Satrio dan AKP R. Pelawi dalam sosialisasinya menghimbau kepada operator/penerima ancaman bom yang dilakukan via telepon supaya tetap tenang, memperpanjang bicara dengan melakukan himbauan untuk berbuat baik dan menanyakan dimana bom tersebut diletakkan dan agar pula dapat diketahui jenis bom, rakitan atau buatan pabrik .
Sumber : 601002 (Usman Effendi) - MDN